Image result for PSK twitter
BeritaBengkulu.id - Nayla (17) diciduk petugas Polresta Samarinda ketika menunggu pria hidung belang di Jalan Imam Bonjol, Samarinda Kota, Selasa (25/4).

Tak hanya Nayla, Amel (22) juga merasakan hal yang sama.

Dia juga diciduk petugas ketika sedang menanti pria yang sudah mem-booking-nya.

Nayla dan Amel merupakan pekerja seks komersial (PSK) yang menjajakan diri di Twitter.

Nayla adalah pemilik akun @naylanaxxx. Sedangkan Amel memiliki akun @Amxxxxxx.

Kanit Eksus Polresta Samarinda AKP Nono Sumarna menjelaskan, pihaknya melakukan penelusuran setelah mendapat informasi prostitusi online.

“Satu persatu medsos kami buka dan telusuri kebenarannya. Setiap akun yang disinyalir merupakan akun prostitusi kami dalami. Kami tak bisa sembarangan dalam menentukan. Karena kebanyakan akun mengatasnamakan orang lain,” beber Nono.

Setelah melakukan penelusuran cukup lama, petugas akhirnya berhasil mendeteksi akun yang menawarkan jasa begituan.

“Setelah kami pelajari ternyata akun tersebut juga bertuliskan open BO (booking) Samarinda. Dengan kalimat itu sudah memenuhi unsur pelanggaran UU ITE karena melanggar unsur kesusilaan,” terang Nono.

Dia menambahkan, pihaknya harus melakukan penyamaran untuk membongkar praktik haram itu.

“Mereka bekerja sendiri tanpa muncikari. Tarif yang ditawarkan bervariatif. Mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Atau kelipatan selanjutnya. Tergantung berapa kali mau dilayani. Dan untuk tarifnya pun masih bisa dinego,” ujar Nono.

Saat ini, pihak berwajib masih mengembangkan kasus itu.

“Kami masih mendalaminya dengan memeriksa kedua pelaku (Neyla dan Amel). kami belum tahu apakah ada pelaku prostitusi online lainnya atau tidak. Tetutama yang merupakan jaringan prostitusi online kedua pelaku,” pungkasnya.

(BE)

Begini Cara PSK Jajakan Diri di Twitter

Image result for PSK twitter
BeritaBengkulu.id - Nayla (17) diciduk petugas Polresta Samarinda ketika menunggu pria hidung belang di Jalan Imam Bonjol, Samarinda Kota, Selasa (25/4).

Tak hanya Nayla, Amel (22) juga merasakan hal yang sama.

Dia juga diciduk petugas ketika sedang menanti pria yang sudah mem-booking-nya.

Nayla dan Amel merupakan pekerja seks komersial (PSK) yang menjajakan diri di Twitter.

Nayla adalah pemilik akun @naylanaxxx. Sedangkan Amel memiliki akun @Amxxxxxx.

Kanit Eksus Polresta Samarinda AKP Nono Sumarna menjelaskan, pihaknya melakukan penelusuran setelah mendapat informasi prostitusi online.

“Satu persatu medsos kami buka dan telusuri kebenarannya. Setiap akun yang disinyalir merupakan akun prostitusi kami dalami. Kami tak bisa sembarangan dalam menentukan. Karena kebanyakan akun mengatasnamakan orang lain,” beber Nono.

Setelah melakukan penelusuran cukup lama, petugas akhirnya berhasil mendeteksi akun yang menawarkan jasa begituan.

“Setelah kami pelajari ternyata akun tersebut juga bertuliskan open BO (booking) Samarinda. Dengan kalimat itu sudah memenuhi unsur pelanggaran UU ITE karena melanggar unsur kesusilaan,” terang Nono.

Dia menambahkan, pihaknya harus melakukan penyamaran untuk membongkar praktik haram itu.

“Mereka bekerja sendiri tanpa muncikari. Tarif yang ditawarkan bervariatif. Mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Atau kelipatan selanjutnya. Tergantung berapa kali mau dilayani. Dan untuk tarifnya pun masih bisa dinego,” ujar Nono.

Saat ini, pihak berwajib masih mengembangkan kasus itu.

“Kami masih mendalaminya dengan memeriksa kedua pelaku (Neyla dan Amel). kami belum tahu apakah ada pelaku prostitusi online lainnya atau tidak. Tetutama yang merupakan jaringan prostitusi online kedua pelaku,” pungkasnya.

(BE)