BeritaBengkulu.id – Untuk pertama kalinya sejak Kabupaten Mukomuko mekar, ada pejabat yang menutup diri dari wartawan. Adalah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mukomuko Jawoto, S.Pd, SE, M.Pd membuat aturan baru. Dia menolak ditemui wartawan sebelum pukul 15.00 WIB. Artinya jika awak media datang di bawah jam itu, dipastikan tidak akan diterima.
Ketegasan ini dia sampaikan ke seluruh PNS BKPSDM. Bukan saja wartawan, ketentuan yang sama diberlakukan bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Jika wartawan atau LSM datang ke Kantor BKPSDM untuk menemui Jawoto, sekitar pukul 10.00 WIB, staf akan terang-terangan menyampaikan penolakan tersebut. Staf tidak akan melapor ke Jawoto siapa yang ingin menemuinya.
Jawoto mengaku pekerjaannya terganggu jika harus menyediakan waktu untuk wartawan, sekalipun hendak konfirmasi terkait pemberitaan. Jawoto berdalih, sibuk mengurus pegawai Mukomuko yang jumlahnya mencapai 4.000 PNS. Sekalipun wartawan itu datang tidak setiap hari ke kantornya atau tidak setiap minggu. “Ini inisiatif saya, ini kebijakan di BKPSDM, biar enak. Supaya di jam-jam efektif, saya bisa fokus tangani pegawai. Kan ada 4 ribuan. Apalagi pegawai ini butuh pembenahan,” dalih Jawoto.
Dia akan meluangkan waktu sekitar pukul 15.00 WIB bagi wartawan atau LSM yang hendak menemuinya. Jawoto akan memberikan banyak waktu ketika wartawan ataupun LSM hendak berbincang dengan dirinya. “Saya terinpirasi dari BKN Regional Palembang. Dia tidak menerima tamu umum, hanya menerima pejabat BKD daerah dan itu saja ketat sekali,” sambung Jawoto.
Kontan kebijakan ini dapat respon dari sejumlah awak media. Sehingga sekitar pukul 10.30 WIB kemarin, wartawan dari Bengkulu Ekspress, Radar Mukomuko, Radar Utara, media online Antara menggeruduk Kantor BKPSDM. Awalnya ditolak staf Kepala BKPSDM. Untuk menyakinkan pesan itu benar dari kepala BKPSDM, staf itu mempersilakan sejumlah wartawan itu menanyakan langsung ke staf lain.
Melihat wartawan ramai, Jawoto mempersilakan seluruhnya masuk ke ruang kerjanya. Sejumlah wartawan inipun mempertanyakan kebijakan tersebut. Setelah dicecar berbagai pertanyaan terkait kebijakannya itu, akhirnya Jawoto sedikit melunak. “Enaknya pukul 15.00 WIB itu. Kalau sebelum apel atau setelah apel sebelum pukul 08.00 WIB. Kalau tidak itu pukul 12.15 – 13.00 WIB. Karena saya mau kerja lagi. Makanya sebaiknya pukul 15.00 WIB,” tukas Jawoto.  Wartawan Radar Mukomuko Amris Tanjung menyayangkan sikap seperti ini. Apalagi terkesan membatasi jam kerja wartawan. Padahal wartawan tidak mengenal waktu dalam menjalankan tugas jurnalistik. “Apalagi kami yang harian ini. Kalau waktu ditetapkan apalagi ini jelang sore, bagaimana mau konfirmasi lagi. Sedang kami sore itu jam-jamnya dikejar deadline,” pungkas Amris yang turut dibenarkan wartawan lain. (RB)

Mantap, Kepala BKPSDM Mukomuko Enggan Temui Wartawan & LSM, Alasannya ...

BeritaBengkulu.id – Untuk pertama kalinya sejak Kabupaten Mukomuko mekar, ada pejabat yang menutup diri dari wartawan. Adalah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mukomuko Jawoto, S.Pd, SE, M.Pd membuat aturan baru. Dia menolak ditemui wartawan sebelum pukul 15.00 WIB. Artinya jika awak media datang di bawah jam itu, dipastikan tidak akan diterima.
Ketegasan ini dia sampaikan ke seluruh PNS BKPSDM. Bukan saja wartawan, ketentuan yang sama diberlakukan bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Jika wartawan atau LSM datang ke Kantor BKPSDM untuk menemui Jawoto, sekitar pukul 10.00 WIB, staf akan terang-terangan menyampaikan penolakan tersebut. Staf tidak akan melapor ke Jawoto siapa yang ingin menemuinya.
Jawoto mengaku pekerjaannya terganggu jika harus menyediakan waktu untuk wartawan, sekalipun hendak konfirmasi terkait pemberitaan. Jawoto berdalih, sibuk mengurus pegawai Mukomuko yang jumlahnya mencapai 4.000 PNS. Sekalipun wartawan itu datang tidak setiap hari ke kantornya atau tidak setiap minggu. “Ini inisiatif saya, ini kebijakan di BKPSDM, biar enak. Supaya di jam-jam efektif, saya bisa fokus tangani pegawai. Kan ada 4 ribuan. Apalagi pegawai ini butuh pembenahan,” dalih Jawoto.
Dia akan meluangkan waktu sekitar pukul 15.00 WIB bagi wartawan atau LSM yang hendak menemuinya. Jawoto akan memberikan banyak waktu ketika wartawan ataupun LSM hendak berbincang dengan dirinya. “Saya terinpirasi dari BKN Regional Palembang. Dia tidak menerima tamu umum, hanya menerima pejabat BKD daerah dan itu saja ketat sekali,” sambung Jawoto.
Kontan kebijakan ini dapat respon dari sejumlah awak media. Sehingga sekitar pukul 10.30 WIB kemarin, wartawan dari Bengkulu Ekspress, Radar Mukomuko, Radar Utara, media online Antara menggeruduk Kantor BKPSDM. Awalnya ditolak staf Kepala BKPSDM. Untuk menyakinkan pesan itu benar dari kepala BKPSDM, staf itu mempersilakan sejumlah wartawan itu menanyakan langsung ke staf lain.
Melihat wartawan ramai, Jawoto mempersilakan seluruhnya masuk ke ruang kerjanya. Sejumlah wartawan inipun mempertanyakan kebijakan tersebut. Setelah dicecar berbagai pertanyaan terkait kebijakannya itu, akhirnya Jawoto sedikit melunak. “Enaknya pukul 15.00 WIB itu. Kalau sebelum apel atau setelah apel sebelum pukul 08.00 WIB. Kalau tidak itu pukul 12.15 – 13.00 WIB. Karena saya mau kerja lagi. Makanya sebaiknya pukul 15.00 WIB,” tukas Jawoto.  Wartawan Radar Mukomuko Amris Tanjung menyayangkan sikap seperti ini. Apalagi terkesan membatasi jam kerja wartawan. Padahal wartawan tidak mengenal waktu dalam menjalankan tugas jurnalistik. “Apalagi kami yang harian ini. Kalau waktu ditetapkan apalagi ini jelang sore, bagaimana mau konfirmasi lagi. Sedang kami sore itu jam-jamnya dikejar deadline,” pungkas Amris yang turut dibenarkan wartawan lain. (RB)